Title: You Are My Bad Boy
Author: Shima3588
Genre: Romance
Main Cast: Sehun (EXO), Sooyoung/Joy (Red Velvet), Irene (Red Velvet), Suho (EXO)
Rating: PG 13+
Length: Chaptered
Summary: -Sehun berdiri. Ia kembali tidak memperdulikan perkataan ayahnya untuk kembali duduk. "Aku akan berkencan dengan calon istriku. Kenapa ayah melarang?" Kata Sehun. Ia memegang pergelangan tangan Sooyoung dan menariknya untuk mengikutinya pergi menjauh dari orang-orang yang memuakkan itu.
- "Karena aku menyukaimu." Kalimat itu tiba-tiba saja meluncur dari bibir manis Sooyoung. Membuat Sehun semakin frustasi.
♥♥♥♥♥
Sehun hanya bisa menghela nafasnya, kedua bola matanya terfokus kepada sepiring spagetti yang ada di hadapannya. Tangannya sama sekali tidak tergerak untuk mengambil garpu yang tergeletak di sisi kiri piring. Saat ini ia sedang tidak mood untuk makan. Di hadapannya ada seorang pria tua yang telah merusak suasana hati Sehun. Pria tua itu menatap anak semata wayangnya, dingin dan mengintimidasi.
"Sudah cukup waktu bermainmu." Pria tua itu kembali berbicara. Ia meraih gelas air putihnya dan meneguknya sedikit. "Kali ini kau harus menuruti permintaan ayahmu." Lanjutnya.
Sehun kembali menghela nafasnya. Ia melonggarkan dasi biru nya dengan gusar. "Tapi ayah....." Sehun tidak melanjutkan perkataannya karena kehadiran orang-orang--tiga orang yang tidak ia inginkan. Ia menatap tajam ke arah salah satu dari mereka, seorang gadis muda yang terlihat cantik dengan balutan gaun tanpa lengan berwarna biru muda. Mata bulat gadis itu menangkap tatapan penuh kebencian dari Sehun, membuatnya segera mengalihkan pandangannya.
"Selamat datang." Ayah Sehun tersenyum menyambut kedatangan tamu-nya. Ia segera mempersilahkan mereka untuk duduk.
Sehun menatap mereka satu persatu dan matanya kembali tertuju ke arah gadis bergaun biru yang tengah menarik kursi di sampingnya.
"Bagaimana Sehun? Nona itu sangat cantik 'kan?" Ayah Sehun kembali berbicara setelah menyadari tatapan mata Sehun terus tertuju kepada gadis bergaun biru muda itu. Sehun segera menatap tajam kearah ayahnya, sedangkan dua orang lain yang berada disana hanya tersenyum kecil.
"Mereka siapa?" Tanya Sehun. Ia sama sekali tidak memperdulikan tatapan tidak suka dari ayahnya karena perilaku tidak sopannya. Sehun menyandarkan punggungnya di kursi dan kembali melirik gadis di sampingnya yang tengah menunduk. "Dia calon istriku?"
"Benar. Dia adalah Park Sooyoung. Gadis yang akan menikah denganmu." Jawab Ayah Sehun. "Dan juga mereka berdua adalah orang tua Sooyoung. Mr. dan Ms. Park. Mr. Park adalah pemegang saham terbesar di perusahaan kita." Lanjutnya.
"Benarkah?" Kata Sehun. Ia kembali mendapat tatapan tidak suka dari ayahnya, dan ia tidak memperdulikan hal itu.
Sehun berdiri. Ia kembali tidak memperdulikan perkataan ayahnya untuk kembali duduk. "Aku akan berkencan dengan calon istriku. Kenapa ayah melarang?" Kata Sehun. Ia memegang pergelangan tangan Sooyoung dan menariknya untuk mengikutinya pergi menjauh dari orang-orang yang memuakkan itu.
"Maafkan saya. Sifatnya menjadi sangat kasar setelah tiga tahun tinggal di Amerika." Kata Ayah Sehun kepada Mr. Dan Ms. Park.
♥♥♥♥♥
Saat ini Sehun dan Sooyoung tengah berada di dalam mobil sport milik Sehun yang terparkir manis di depan sebuah mini market. Sejak tadi mata Sehun hanya tertuju ke dalam mini market itu. Memperhatikan seorang perempuan yang tengah melayani pembeli dengan perut yang sedikit membuncit.
"Kurasa orang tuamu sudah bercerita banyak tentangku padamu. Jadi aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi." Kata Sehun. Ia mengalihkan pandangannya kepada gadis di sampingnya. "Tapi kurasa kau belum mengetahui sisi lain dari diriku." Lanjutnya. Sooyoung menatap Sehun bingung.
Sehun mengisyaratkan Sooyoung untuk mengikuti arah pandangnya. Jari telunjuknya mengarah kepada perempuan hamil yang kini tengah meneguk sebotol minuman. "Di perutnya ada anakku." Kata Sehun. Singkat dan to the point. Membuat Sooyoung tersentak dengan pernyataan Sehun.
"Kita bertemu di Amerika. Kita sudah berpacaran selama sembilan bulan." Sehun kembali memandang Sooyoung, gadis itu masih belum bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. "Melihatmu memenuhi undangan ayahku, aku yakin kau menerima perjodohan ini. Kenapa? Karena aku tampan? Karena aku anak CEO? Karena aku kaya?"
Kali ini Sooyoung menatap mata Sehun terang-terangan. Ia tidak menemukan tatapan kebencian seperti yang Sehun berikan kepadanya di restoran tadi. Ia hanya menemukan tatapan memohon. Seakan-seakan Sehun mengisyaratkan padanya seharusnya ia menolak perjodohan ini.
"Aku adalah pemabuk dan sudah membuat hamil seorang perempuan. Aku selalu berurusan dengan polisi. Aku adalah musuh ayahku. Aku pernah terlibat perkelahian dengan guruku. Aku dibenci." Kata Sehun. "Apa kau mau menikah dengan laki-laki bejat sepertiku?"
Tidak mengatakan apapun, Sooyoung hanya mengangguk pelan. Sehun menghela nafasnya dan menjatuhkan tubuhnya di sandaran mobilnya. Ia mengacak rambutnya dan mengerang frustasi. "Kenapa? Kau diancam orang tuamu?"
"Karena aku menyukaimu." Kalimat itu tiba-tiba saja meluncur dari bibir manis Sooyoung. Membuat Sehun semakin frustasi.
"Seharusnya kau menamparku dan mengatakan kalau kau akan membatalkan perjodohan kita! Apa kau bodoh?" Kata Sehun. Nada bicaranya menjadi semakin tinggi. Ia kembali menghela nafasnya, berusaha menenangkan dirinya.
"Aku akan pergi. Seseorang tengah menuju kesini." Kata Sooyoung, menghiraukan racauan Sehun. Ia segera membuka pintu mobil Sehun dan keluar dari mobil Sehun.
Sehun melihat ke depan, menatap seorang perempuan yang kini tengah berdiri di depan mobilnya. Sehun segera keluar dari mobilnya dan menghampiri perempuan itu. "Kau sudah selesai bekerja?" Kata Sehun. Ia berusaha terlihat normal dan biasa saja di depan perempuan itu.
Perempuan yang bernama Irene itu hanya mengangguk pelan. Sehun segera mengajaknya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Siapa wanita tadi?" Tanya Irene setelah Sehun memasangkan sabuk pengaman padanya. Sehun tidak mengatakan apapun sampai ia melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota Seoul yang cukup lenggang di malam hari.
"Oh Sehun!" Irene kembali berbicara. Membuat Sehun menoleh kearahnya.
"Siapa wanita tadi? Apa kalian bertengkar? Kenapa penampilanmu sangat berantakan?" Irene kembali menghujam pertanyaan-pertanyaan kepada Sehun. Dan lagi-lagi, laki-laki itu tidak mengatakan apapun, ia hanya tersenyum kecil.
Suasana menjadi hening dan canggung. Sehun menghentikan mobilnya di depan sebuah apartemen kecil berlantai lima. Ia menatap Irene yang terlihat sangat lelah. Tangan kanannya terulur untuk menyentuh perut buncit Irene, mengusapnya pelan. "Apa dia baik-baik saja?" Tanya Sehun.
Irene hanya mengangguk pelan. Irene tersenyum pelan ketika Sehun menarik tubuhnya lebih dekat dan mengecup bibirnya singkat.
Irene segera keluar dari mobil Sehun setelah mengucapkan selamat malam kepada laki-laki yang berusia lebih muda darinya itu. Sehun melambaikan tangannya. Ia kembali melajukan mobilnya pergi. Memecah jalanan kota Seoul dengan kecepatan tinggi.
"Bae Irene..." Irene berhenti mengetikkan pin di pintu kamarnya. Ia berbalik dan mendapati seorang laki-laki yang lebih pendek dari Sehun telah berdiri di belakangnya.
"Oppa!" Seru Irene. Ia cukup terkejut setelah melihat kehadiran orang yang telah menghilang dari hidupnya selama satu tahun ini.
Maaf kalau debutnya aneh u,u hope you like it! Jangan lupa review nya yaa ^^